Selasa, 01 November 2011

Sumber Daya Alam yang Dapat Diperbaharui

B. Masing-masing Kelompok Menyebutkan SDA
Sumber daya alam yang dapat diperbaharui meliputi sumber daya alam pertanian, perternakan, perikanan, kehutanan, dan tanah.
a.      Sumber Daya Alam Pertanian dan Perkebunan
Pertanian adalah segala usaha manusia yang meliputi bidang bercocok tanam, berkebun, berternak, perikanan, dan kehutanan.
Dalam bidang perkebunan, ditetapkan beberapa konsep dan definisi tentang perkebunan, antara lain :
1)      Produksi kebun atau produksi primer adalah produksi atau hasil yang dipanen dari usaha perkebunan tanpa melalui proses lebih lanjut.
2)      Produksi olahan adalah produksi primer yang telah diolah menjadi suatu bentuk barang jadi atau barang setengah jadi sehingga nilai ekonominya lebih tinggi.
3)      Kebun inti adalah kebun yang dibangun oleh perusahaan perkebunan dengan kelengkapan fasilitas pengolahan, dimiliki oleh perusahaan tersebut, dan dipersiapkan menjadi pelaksana perkebunan inti rakyat.
4)      Kebun plasma adalah kebun yang dibangun dan dikembangkan oleh perusahaan perkebunan (kebun inti) serta ditanami dengan tanaman perkebunan.
5)      Perusahaan perkebunan adalah suatu perusahaan berbentuk badan usaha atau badan hukum yang bergerak dalam kegiatan budi daya tanaman perkebunan di atas lahan yang dikuasai dengan tujuan ekonomi atau komersial dan mendapat izin usaha dari instansi yang berwenang.
Di Indonesia terdapat beberapa bentuk pertanian sebagai berikut :
1)      Sawah adalah pertanian yang dilakukan di tanah basah atau dengan irigasi. Saptausaha tani dimulai dari pengolahan tanah, pemilihan bibit unggul, irigasi atau pengairan, pemupukan, pemberantasan hama, pascapanen, dan distribusi hasil panen.
2)      Ladang (huma) adalah system pertanian yang dilakukan secara berpindah-pindah yang pada mulanya diawali dengan membuka hutan.
3)      Telaga adalah system pertanian yang sifatnya sudah menetap, tetapi tidak menggunakan irigasi atau pengairan. System tegalan dikerjakan secara tetap dan intensif dengan bermacam-macam jenis tanaman secara bergantian (crop rotation dan tumpang sari).
Jenis pertanian tanaman pangan, antara lain :
1)      Padi
Syarat-syarat agar tanaman padi tumbuh subur yaitu :
a.       Membutuhkan banyak air,
b.      Membutuhkan intensitas sinar matahari yang besar,
c.       Tinggi tempat tidak lebih dari 1.300 meter dpal,
d.      Tumbuh baik didaerah beriklim muson.

2)      Jagung
Syarat-syarat agar tanaman jagung tumbuh subur :
a.       Tanah banyak mengandung unsur hara,
b.      Ketinggian tempat sampai 1.500 meter dpal,
c.       Curah hujan berkisar antara 400-1.500 meter pertahun,
d.      Waktu tumbuh dan menjelang panen tidak memerlukan banyak air.
3)      Ketela pohon
Syarat-syarat agar ketela pohon dapat tumbuh subur :
a.       Terletak pada ketinggian 1.500 meter dpal,
b.      Curah hujan besar,
c.       Temperature daerahnya panas.
4)      Kedelai
Syarat-syarat agar kedelai tumbuh subur :
a.       Di daerah beriklim tropis,
b.      Waktu tumbuh dan masak tidak terlalu banyak air,
c.       Tumbuh di dataran rendah dan pegunungan dengan ketinggian 500 meter dpal.
5)      Kacang Tanah
Syarat-syarat agar kacang tanah tumbuh subur :
a.       Tumbuh di daerah tropis basah,
b.      Kondisi tanah gembur,
c.       Saat tumbuh perlu air banyak dan saat masak hanya perlu sedikit air,
d.      Curah hujan tidak terlalu banyak.
Jenis-jenis tanaman perkebunan di Indonesia, antara lain :
1.      Karet
Syarat-syarat agar karet tumbuh subur :
a.       Tumbuh pada ketinggian 700 meter dpal,
b.      Di daerah tropis suhu rata-rata bulanan 24 C,
c.       Hujan merata sepanjang tahun minimum 1.500 mm per tahun.
2.      Kopi
Syarat-syarat agar kopi tumbuh subur :
a.       memerlukan curah hujan yang cukup saat tumbuh,
b.      membutuhkan udara kering dan panas waktu mulai tua,
c.       terletak pada ketinggian 650-1.500 meter dpal.
3.      Teh
Syarat-syarat agar teh tumbuh subur :
a.       Tumbuh di daerah pegunungan dengan ketinggian 800-3.000 meter dpal,
b.      Terletak di daerah tropis dan subtropis yang sejuk,
c.       Curah hujan besar dan merata sepanjang tahun,
d.      Tanah termasuk vulkanis muda.

4.      Tembakau
Syarat-syarat agar tembakau tumbuh subur :
a.       Tumbuh didaratan rendah dan pegunungan pada ketinggian 2.000 meter dpal,
b.      Memerlukan musim kering waktu menanam,
c.       Jenis tanahnya vulkanis muda,
d.      Angin tidak terlalu kencang,
e.       Bisa tumbuh di daerah tropis dan di luar daerah tropis.
5.      Tebu
Syarat-syarat agar tebu tumbuh subur :
a.        ditanam di daratan rendah sampai ketinggian 500 meter dpal,
b.      Intensitas sinar matahari cukup,
c.       Berada di daerah angin musim,
d.      Banyak memerlukan air waktu tumbuh,
e.       Memerlukan musim kering dan panas waktu mulai tua.
6.      Kelapa
Syarat-syarat agar kelapa tumbuh subur :
a.       Tumbuh di daratan rendah sampai ketinggian 700 meter dpal,
b.      Terletak di daerah tropis.
         b.  Sumber Daya Alam Peternakan
peternakan adalah suatu usaha yang dilakukan untuk memelihara hewan ternak. Didaerah padang rumput, aktivitas ekonomi yang utama adalah peternakan berpindah-pindah dan peternakan perdagangan. Selain itu, hewan atau ternak merupakan sumber protein yang sangat penting bagi pertumbuhan manusia.
Populasi ternak yang diusahakan oleh masyarakat menurut Badan Pusat Statistik adalah sapi perah, sapi potong, kerbau, kuda, kambing, domba, dan babi.
Populasi peternakan sapi perah terbanyak di luar Pulau Jawa adalah Provinsi Sumatra Utara. Populasi sapi potong terbanyak adalah Jawa Timur. Kebutuhan daging terbanyak di Provinsi DKI Jakarta paling besar. Namun, jumlah peternak sangat sedikit dan biasanya dijumpai di daerah pinggir kota, seperti Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Jakarta Barat.
Jenis-jenis peternakan yang ada di Indonesia meliputi :
1.      Peternakan Hewan Besar adalah peternakan yang memelihara hewan yang berukuran besar, misalnya kerbau, kuda, dan sapi.
2.      Peternakan Hewan Kecil yaitu peternakan yang memelihara hewan yang berukuran kecil, misalnya kambing, babi, kelinci, dan unggas.
Usaha-usaha yang dilakukan untuk memajukan peternakan di Indonesia, antara lain :
1.      Menyediakan bibit ternak jenis unggul,
2.      Memberi penyuluhan tentang cara-cara peternakan yang baik dan produktif,
3.      Mengembangkan ternak yang ada dan berusaha memberantas penyakit ternak sedini mungkin,
4.      Meningkatkan distribusi makanan dan obat-obatan ternak,
5.      Mendirikan dan mengaktifkan balai penyelidikan ternak,
6.      Mengadakan riset/penelitian dan percobaan dengan melakukan perkawinan silang atau inseminasi buatan.
          c. Sumber Daya Alam Perikanan
Perikanan adalah suatu usaha pembudidayaan ikan dan penangkapan ikan. Pengawasan pada sumber daya perikanan perlu dilakukan karena berbagai alasan, di antaranya adalah ikan laut merupakan sumber daya milik umum sehingga siapa saja dapat mengambilnya. Perikanan merupakan salah satu subsector yang dimasukkan dalam program pembangunan ekonomi rakyat seperti yang tertera dalam Propenas 2005-2006. Namun, produksi budi daya kolam merupakan produksi tertinggi jika dibandingkan dengan produksi lain.
            Jenis-jenis perikanan, antara lain :
1.      Perikanan Laut  adalah usaha penangkapan ikan di laut yang dilakukan di perairan pantai atau tengah laut.
2.      Perikanan Darat (Air Tawar) adalah usaha pembudidayaan dan penangkapan ikan di sungai, danau, waduk, rawa, sawah (yang digenangi air selama padi masih muda), dan tambak. Penangkapan ikan di danau dilakukan di Sumatra, Bali, Sulawesi.
Usaha penangkapan atau pembudidayaan ikan diperairan darat dilakukan di dua tempat, yaitu :
a.       Air Tawar
Penangkapan ikan di air tawar dilakukan di sungai, danau, rawa, dan waduk. Pembudidayaan ikan di kolam biasanya digunakan untuk konsumsi dan pembibitan, sedangkan pembudidayaan ikan karamba biasanya khusus untuk konsumsi.
b.      Air Payau
Pembudidayaan ikan di air payau dilakukan di tambak berbentuk petak-petak yang terletak di daerah pinggiran sepanjang pantai. Jadi, air payau merupakan campuran air laut dan air tawar.
            Hasil perikanan sangat bermanfaat bagi manusia, antara lain :
1.      Sebagai bahan makanan yang banyak mengandung zat putih telur dan protein hewani.
2.      Sisa-sisa ikan basah dan kering dapat digunakan sebagai bahan pembuatan pupuk tanaman .
3.      Ikan yang hidup di air tawar dapat membunuh jentik-jentik nyamuk malaria.
4.      Ikan yang mempunyai bentuk dan warna yang indah dapat digunakan sebagai ikan hias di akuarium.
5.      Sebagai salah satu sumber penghasilan bagi para nelayan.

           d. Sumber Daya Alam Kehutanan
Hutan merupakan bagian dari daerah aliran sungai yang menerima curah hujan dan mengatur keluarnya air-air ke sungai. Hutan dapat menahan tanah dari bahaya erosi pada daerah yang curam. Hutan memberikan perlindungan pada binatang-binatang buas dan merupakan daerah rekreasi. Hutan adalah areal lahan luas yang ditumbuhi tegakan atau pepohonan baik yang tumbuh liar  ataupun yang dibudidayakan menghasilkan kayu dan hasil-hasil hutan lainnya.
Fungsi hutan yang utama antara lain sebagai berikut :
1.      Sebagai hutan pelindung yang menjaga kelestarian tanah dan tata air,
2.      Sebagai cagar alam yang melestarikan kehidupan tumbuhan dan hewan langka,
3.      Sebagai hutan produksi.
Jenis hutan menurut terjadinya dibedakan menjadi dua, yaitu :
1.      Hutan alam adalah hutan yang tumbuh dengan sendirinya oleh alam.
2.      Hutan buatan adalah hutan yang tumbuh karena sengaja dibuat oleh manusia.
Jenis hutan menurut tumbuh-tumbuhannya dibedakan menjadi dua, yaitu :
1.      Hutan heterogen adalah hutan yang terdiri atas berbagai jenis tumbuhan.
2.      Hutan homogen adalah hutan yang hanya terdiri satu jenis tumbuhan saja.
Faktor-faktor iklim yang mempengaruhi dibedakan menjadi empat, yaitu :
1.      Hutan hujan tropis adalah hutan yang tumbuhannya lebat, intensitas sinar matahari kecil, ditumbuhi lumut, udaranya lembap, dan curah hujannya besar.
2.      Hutan musim adalah hutan yang mempunyai ciri khusus, yakni menggugurkan daunnya saat musim kemarau.
3.      Sabana adalah padang rumput yang kering dan ditumbuhi semak-semak belukar.
4.      Stepa adalah padang rumput yang kering dan tidak ditumbuhi semak-semak.
e.  Sumber Daya Tanah
Kata tanah berasal dari bahasa inggris pedologi. Ilmu yang mempelajari tanah sebagai hasil pelapukan biokimia oleh alam terhadap batuan. Di dalam substansi tanah terdapat empat komponen utama yang mendukung kemungkinan hidup tumbuh-tumbuhan, yaitu bahan mineral, bahan organic, dan udara. Bahan yang menyusun kulit bumi disebut batuan. Betuan terdiri atas bermacam-macam mineral dengan komposisi tertentu menurut jenis batuannya. Mineral adalah bahan alam yang memiliki cirri-ciri fisika dan kimia tertentu yang biasanya berbentuk Kristal. Tanah merupakan sumber daya yang paling penting untuk kelangsungan hidup manusia.
Tanah mempunyai enam fungsi yang saling berhubungan. Tanah dapat diartikan sebagai berikut :
1.      Sebagai ruangan atau tempat hidup,
2.      Sebagai alam atau lingkungan hidup,
3.      Sebagai factor produksi untuk menghasilkan pangan dan bahan mentah,
4.      Sebagai barang konsumsi, seperti tempat untuk bangunan, tanaman, dan tempat rekreasi,
5.      Sebagai hak milik yang mempunyai kekuatan hukum,
6.      Sebagai keadaan yang dalam dunia modern mempunyai pengertian lokasi atau jarak.
ada tiga tipe tanah berdasarkan topografinya, antara lain :
1.      Tanah pegunungan (di atas 200 meter) sebesar 65,5 juta hectare.
2.      Tanah bukit (di bawah 200 meter) sebesar 50 juta hectare.
3.      Tanah dataran rendah sebesar 43,5 juta hectare.
Jenis tanah yang ada di Indonesia, antara lain :
1.      Tanah humus adalah tanah hasil pelapukan tumbuh-tumbuhan (bahan organic).
2.      Tanah vulkanis adalah tanah hasil pelapukan bahan padat dan bahan cair yang dikeluarkan oleh gunung api sehingga tanah ini sangat subur.
3.      Tanah pedzol adalah tanah yang terjadi karena pengaruh suhu rendah dan curah hujan yang tinggi.
4.      Tanah laterit adalah tanah yang terjadi karena suhu udara tinggi dan curah hujan tinggi.
5.      Tanah pasir adalah tanah hasil pelapukan batuan beku dan sedimen.
6.      Tanah gambut adalah tanah yang berasal dari bahan organic yang selalu tergenang air (rawa)
7.      Tanah mergel adalah tanah yang terjadi dari campuran bantuan kapur, pasir, dan tanah liat.
8.      Tanah kapur (renzina) adalah tanah yang terjadi dari bahan induk kapur (batuan endapan) dan telah mengalami laterisasi lemah.
9.      Tanah padas adalah tanah yang padat karena mineral yang ada di dalamnya dikeluarkan oleh air yang terdapat di lapisan tanah bagian atasnya.
10.  Tanah endapan adalah tanah yang terjadi akibat pengendapan batuan induk yang telah mengalami proses pelarutan dan pada umunya merupakan tanah yang subur.
11.  Tanah terrarosa adalah tanah yang terbentuk dari pelapukan batu kapur.


Tanah yang subur mempunyai ciri-ciri tertentu, antara lain :
1.      Struktur tanah bagus, yaitu butir-butir tanah renggang, tidak terlalu besar, dan tidak terlalu kecil.
2.      Unsur  garam-garamnya dalam jumlah banyak sebagai bahan makanan tumbuh-tumbuhan.
3.      Kandungan air dalam jumlah banyak dan berfungsi untuk melarutkan garam-garaman.
Ciri-ciri tanah yang kurang subur, antara lain :
1.      Struktur tanahnya kurang baik.
2.      Garam-garaman yang terkandung dalam tanah jumlahnya kecil.
3.      Air yang ada di dalam tanah jumlahnya sedikit.
Hal yang dapat mendatangkan pengaruh buruk terhadap tanah dalam kaitannya dengan pertanian, antara lain :
1.      Salah dalam penggunaan tanah pertanian
Pengolahan tanah disesuaikan dengan sifat-sifat tanah. Pengolahan tanah secara optimal memerhatikan tujuan pengolahan dan sifat-sifat tanah yang digunakan serta ketentuan-ketentuan lain yang berhubungan dengan sistem-sistem setempat.
2.      Kehilangan tanah pertanian
Tanah yang subur terdapat pada bagian permukaan yang sering diolah dan ditanami. Pengolahan tanah pertanian harus mengikuti teknik yang tepat untuk mencegah terjadinya erosi dan gerak tanah lainnya.
3.      Pencucian tanah pertanian
Pencucian tanah ini berlangsung di daerah-daerah dengan curah hujan yang tinggi. Tanah tercuci dari mineral-mineral penting yang menjamin nutrisi pada tumbuh-tumbuhan.
C. Sebutkan konservasi dan peranan pemerintah dalam mengatasi kerusakan SDA
a. Konservasi
1. inventarisasi dan evaluasi sumber daya alam harus selalu dilakukan
2. sumber daya alam harus dipertahankan mutu serta kelestariannya.
3. dalam proses pembangunan hendaknya selalu memperhatikan kelestarian lingkungan hidup.
4. konservasi dan rehabilitasi sumber daya alam hendaknya selalu dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan
5. pembangunan daratan, laut dan udara, tetapi tanpa merusak dan menghancurkannya.
            b. Upaya pelestarian SDA di Indonesia
langkah penting sebagai pelestarian sember daya alam dapat dilakukan secara preventif (pencegahan) dan kuratif (perbaikan).
1.      Usaha pelestarian secara preventif
a. Penambahan luas areal hutan
b.Penyediaan tempat pembuangan sampah yang efektif agar tidak menyebabkan pencemaran tanah
c. Pembuatan sengkedan atau terasering untuk mencegah erosi
d.                        Penggunaan sumber daya secara hemat da bijaksana
e. Memasang alat kedap suara dan menyaring cerobong asap
f. Menyediakan tempat pengelolaan limbah
2.      Usaha pelestarian secara kuratif
a.       Merehabilitasi lahan kritis melalui pengelolaan tanah yang baik, perairan yang teratur, dan pemupukan yang tepat guna dan tepat dosis
b.      Melakukan reboisasi tanah-tanah gundul atau lahan kritis
c.       Memberikan sanksi hukum yang tegas
D. Bagaimana cara kita menghemat SDA yang ada agar bisa dinikmati oleh anak cucu              kita
1. tidak menebang pohon sembarangan
2. menanam kembali hutan-hutan yang gundul
3. menjaga kelestarian air
4. mengambil hasil hutan seperlunya/menghemat
5. membatasi setiap penggunaan SDA

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar